Berapa Lama Kita di Kubur ??

image

Gambar ehsan daripada blog nurimanhati.blogspot.com

Diharapkan di malam Jumaat ini, saya mahu menyampaikan apa yang saya baca tadi di MalaysiaRia, untuk tatapan anda serta untuk menyedarkan diri saya dan diri rakan-rakan semua. Sila baca artikel di bawah ini, walaupun hanya sebuah cerita,tetapi cukup menyedarkan diri kita terhadap kematian.

 

Suatu hari pasti engkau akan tinggalkan tempat tidurmu (di dunia), dan ketenangan pun menghilang darimu. Bila engkau berada di kuburmu pada malam pertama, demi Allah, fikirkanlah untung nasibmu dan apa yang akan terjadi padamu di sana?”


Awan sedikit mendung, ketika kaki-kaki kecil Yani berlari-lari gembira di atas jalanan menyeberangi kawasan lampu merah Taman Pelangi


Baju merahnya yg kelihatan besar dari saiz ukuran badannya melambai Lambai di tiup angin. Tangan kanannya memegang ais krim sambil mengangkat ke mulutnya untuk dicicipi, sementara tangan kirinya mencengkam seluar ayahnya.


Yani dan ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Taman Pelangi. Berputar sejenak ke kanan dan kemudian duduk di atas selonggok nisan "Hj Rajawali binti Muhammad 19-10-1915:20- 01-1965"
"Nak, ini kubur nenekmu mari Kita berdo'a untuk nenekmu" . Yani melihat wajah ayahnya, lalu menirukan tangan ayahnya yg mengangkat ke atas dan ikut memejamkan mata seperti ayahnya. Ia mendengarkan ayahnya berdo'a untuk neneknya...
"Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya ayah?" Ayahnya mengangguk sambil tersenyum, memandang pusara Ibu-nya.
"Hmm, bererti nenek sudah meninggal 45 tahun ya ayah...? " Kata Yani berlagak sambil matanya menerawang dan jarinya berhitung. "Ya, nenekmu sudah di dalam kubur 45 tahun ... "
Yani memutar kepalanya, memandang sekeliling, banyak kuburan di sana. Di samping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut "Muhammad Zaini: 19-02-1882 : 30-01-1910"
"Hmm.. Kalau yang itu sudah meninggal 100 tahun yang lalu ya ayah?", jarinya menunjuk nisan disamping kubur neneknya. Sekali lagi ayahnya mengangguk. Tangannya terangkat mengusap kepala satu-satunya anak kesayangannya. "Memangnya kenapa nak ?" kata sang ayah menatap teduh mata anaknya. "Hmmm, ayah kan semalam bilang, bahwa kalau kita mati, lalu di kubur dan kita banyak dosanya, kita akan disiksa dineraka" kata Yani sambil meminta persetujuan ayahnya. "Iya kan ayah?"
Ayahnya tersenyum, "Lalu?"
"Iya .. Kalau nenek banyak dosanya, bererti nenek sudah disiksa 45 tahun di kubur? Kalau nenek banyak pahalanya, bererti sudah 45 tahun nenek senang dikubur .... Ya nggak yah?" mata Yani berbinar karena bisa menjelaskan kepada Ayahnya pendapatnya.
Ayahnya tersenyum, namun sekilas tampak keningnya berkerut, tampaknya cemas ..... "Iya nak, kamu pintar," kata ayahnya pendek.


Pulang dari pemakaman, ayah Yani tampak gelisah. Di atas sejadahnya, memikirkan apa yang dikatakan oleh anaknya... 45 tahun hingga sekarang... kalau kiamat datang 100 tahun lagi...145 tahun disiksa .. atau bahagia dikubur .... Lalu Ia menunduk ... Menitiskan air mata...
Kalau Ia meninggal .. Lalu banyak dosanya ...lalu kiamat masih 1000 tahun lagi bererti dia akan disiksa 1000 tahun?


Innalillaahi WA inna ilaihi rooji'un . Air matanya semakin banyak menitis, sanggupkah ia selama itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun ke depan, kalau 2000 tahun lagi? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itu ia akan disiksa di kubur. Lalu setelah dikubur? Bukankah akan lebih parah lagi?


Tahankah?


Ya Allah... Ia semakin menunduk, tangannya terangkat, keatas bahunya naik turun tak teratur.... air matanya semakin membanjiri pipinya
Allahumma as aluka khusnul khootimah.. berulang Kali di bacanya DOA itu hingga suaranya serak ... Dan ia berhenti sejenak ketika terdengar batuk Yani.
Dihampirinya Yani yang sedang nyenyak tidur di atas di pangkin. Dibetulkan selimutnya. Yani terus tertidur.... tanpa sedar, betapa sang ayah sangat berterima kasih padanya kerana telah menyedarkannya erti sebuah kehidupan... Dan apa yang akan datang di depannya...


"Ya Allah, letakkanlah dunia ditanganku, jangan Kau letakkan dihatiku..."